Jumat, 20 Desember 2013

Tips lulus Dan Contoh Soal Psikotes


Tips Lulus dan Contoh Soal Psikotes pada artikel ini
terdiri dari beberapa topik yaitu tips lulus psikotes,
contoh soal psikotes dan jawabannya serta cara
mengerjakan soal psikotes. Sengaja saya bahas
mengenai contoh soal psikotes ini dalam satu
pembahasan agar dapat dengan mudah dipahami,
sehingga diharapkan setelah Anda membaca dan
mengerti cara mengerjakan soal psikotes masuk kerja
ini, Anda dapat mempersiapkan dan melatih diri sebelum
tes pesikotes diselenggarakan. Dengan demikian
peluang Anda untuk lulus psikotes masuk kerja lebih
besar.
Tes psikologi (Phsicology Test) atau lebih sering
disebut tes psikotest merupakan salah satu bagian dan
tahap perektutan karyawan di banyak perusahan. Apakah
perusahaan BUMN, perbankan (bank), TNI, Polri, cpns
dan akademisi seperti UI (Universitas Indonesia) maupun
perusahaan swasta seperti astra dan yang lainnya.
Tujuan dari psikotes itu sendiri memiliki kesamaan
diantaranya yaitu untuk mengukur aspek individu secara
psikis. Psikotes juga dapat diaplikasikan kepada anak-
anak maupun dewasa dan bisa berbentuk tertulis,
proyektif, atau evaluasi secara verbal yang
teradministrasi untuk mengukur fungsi atau kemampuan
kognitif dan emosional seseorang.
Psikotes berbeda dengan tes potensi akademik (TPA),
psikotes secara umum lebih kepada tes kepribadian.
Jadi didalam penilaian psikotes tidak berdasarkan siapa
yang paling pintar, karena bisa saja orang yang secara
akademik tidak begitu pintar mengalahkan orang yang
lebih pentar darinya dan lolos ujian psikotes. Hal ini
sering terjadi, bahkan mungkin Anda pernah
mengalaminya atau melihat orang lulusan perguruan
tinggi terbaik belum bekerja atau diterima kerja di
sebuah perusahaan karena selalu gagal dan tidak lolos
psikotes.
Sungguh ironi melihat hal ini, namun inilah fakta yang
sering terjadi dikalangan jobseekers atau pelamar kerja.
Psikotes memang merupakan fenomena tersendiri bagi
para pelamar kerja. Oleh karena itu saya ingin membantu
dan akan memberikan beberapa tips mengerjakan soal
psikotes dan cara agar lolos psikotes kepada Anda dan
berharap Anda tidak lagi gagal dalam ujian psikotes.
Berikut ini terdapat beberapa contoh soal psikotes dan
cara mengerjakan soal psikotes yang sering di keluarkan
oleh perusahaan dalam ujian psikotes.
1. Tes Wartegg
Wartegg test atau tes wartegg terdiri dari 8 kotak dan
pada masing-masing kotak berisi bentuk-bentuk
tertentu seperti titik, garis kurva, 3 garis sejajar, kotak,
dua garis saling memotong, dua garis terpisah, tujuh
buah titik tersusun melengkung dan garis melengkung.
Pada tes wartegg ini Anda akan diminta untuk
melanjutkan dengan menggambar sesuatu dari bentuk
tersebut, kemudian menuliskan nama benda yang Anda
gambar sesuai urutan gambar yang telah Anda buat,
kemudian menuliskan nomor gambar yang mana paling
Anda sukai dan tidak disukai, sulit dan mudah menurut
Anda. Penilaian dari tes wartegg ini adalah emosi,
imajinasi, intelektual dan aktifitas subjek bukan
mahirnya Anda dalam menggambar. Berikut ini
merupakan contoh soal tes wartegg.
Contoh soal wartegg test :
Tips dan cara mengerjakan soal wartegg test sebagai
berikut:
Sebaiknya pada tes wartegg ini Anda menggambar
secara acak dan tidak berdasarkan nomor urut sesuai
gambar, misalnya 1,2,3,4 kemudian 8,7,6,5. Karena jika
Anda menggambar berdasarkan urutan gambar
1,2,3,4,5,6,7,8 Anda akan dipandang oleh panitia
penyelenggara psikotes (HRD) sebagai orang yang kaku
atau konservatif. Sedangkan jika Anda menggambar
secara acak misalnya 6,1,4,2,7,8,3,5 Anda akan
dipandang HRD sebagai orang yang bergerak kreatif,
inovatif dan cenderung suka akan ‘breaking the low‘.
Apabila Anda bergender pria, jangan mulai dengan
nomor 5, karena beberapa anggapan menyebutkan hal ini
berpengaruh terhadap orientasi seks Anda. Berikut ini
adalah salah satu contoh pengerjaan yang pernah saya
digunakan untuk melewati tahap psikotes:
2. Test Kraepelin atau Pauli / Tes Koran
Tes kreapelin terdiri atas angka yang tersusun secara
vertikal dalam bentuk lajur-lajur. Calon pegawai dan
karyawan atau pesrta tes diminta untuk menjumlahkan
dua angka yang berdekatan dalam waktu tertentu di
setiap kolom dan menuliskan jawaban tepat
disampingnya. Penilaian dari tes ini adalah sikap
terhadap tekanan, ketahanan, kemampuan daya
penyesuaian diri, ketelitian, konsisten, sekaligus
kecepatan dalam mengerjakan suatu pekerjaan yang
diberikan.
Contoh soal kreapelin atau pauli / koran
Tips dan cara mengerjakan tes kreapelin
Usahakan jumlah angka yang Anda dijumlahkan benar
dan stabil di masing-masing kolom. Hasilnya akan lebih
baik jika dibandingkan Anda memaksakan diri di awal
tes namun menurun di pertengahan dan akhir tes.
Kendalikan diri Anda untuk menghemat tenaga dan
waktu sembari mendengar setiap perintah dari panitia
Jangan sekalipun menggunakan pensil mekanis dalam
tes kreapelin ini, melainkan pensil biasa atau pulpen
saja sesuai dengan perintah panitia, karena tes ini
sangat terikat dengan waktu. Pensil mekanis ujungnya
akan mudah patah atau habis sehingga memakan waktu
untuk menggantinya, mekanisme ini membutuhkan
waktu sekitar 0.5-1 detik. Apabila Anda melakukan
reload dalam 10 lajur berarti Anda telah kehilangan
waktu 5-10 detik dan hal ini tentu merugikan Anda
sendiri.
Teruslah fokuskan pikiran Anda dalam mengerjakan tes
koran ini, dan jangan memikirkan sesuatu hal selain soal
yang sedang Anda kerjakan. Karena jika sedikit saja
Anda lari dari fokus pikiran Anda, hal ini akan
mengganggu konsentrasi, sehingga dapat melambatkan
pengisian angka dalam test. Berikut ini merupakan
latihan tes kreapelin yang pernah saya kerjakan.
3. Tes EPPS (Edwards Personal Preference Schedule )
Pada umumnya saat tes epps kita akan diminta untuk
memilih kecenderungan (yang kita sukai) atau sifat yang
melekat pada diri kita sendiri diantara 2 pernyataan.
Terkadang ke-2 pernyataan tersebut tidak ada yang kita
sukai atau merupakan sifat kepribadian kita, kita tetap
harus memilih salah satu yang mendekati diri kita.
Tujuan tes epps (edwadrs personal preference schedule)
ini untuk mengukur dan meninjau kepribadian orang
dilihat dari kebutuhan-kebutuhan yang mendorongnya
dalam pekerjaan serta sejauh mana sifat yang kita miliki
terhadap kococokan dengan posisi kerja yang kita
lamar.
Contoh soal EPPS
Adapun contoh pertanyaannya soal epps sebagai
berikut:
A. Saya suka menolong teman bila mereka sedang
mengalami masalah
B. Saya senang melakukan pekerjaan bersama hingga
selesai
Tips dan cara mengerjakan soal epps
Sebelum mengerjakan soal epps, nanti Anda akan
diminta oleh panitia penyelenggara psikotes Anda untuk
memilih salah satu kecenderungan yang menurut Anda
ada pada diri Anda. Jika jawaban Anda adalah
pernyataan yang pertama Anda diminta melingkari huruf
A dan jika Anda memilih jawaban terhadap pernyataan
yang kedua, Anda diminta melingkari huruf B. Saran
saya dalam menjawab pertanyaan soal epps ini kepada
Anda adalah jawablah pertanyaan yang sesuai atau
mendekati sifat apa yang dibutuhkan atas pekerjaan
atau posisi yang Anda duduki setelah Anda lulus
psikotes dan diterima kerja nantinya. Jangan menjawab
diluar dari itu, walau Anda memiliki loyalitas tehadap
teman namun disini Anda tidak diminta untuk itu,
melainkan keprofesionalan Anda saat berkerja.
4. Tes Analog Verbal (Analog Verbal Test)
Tes analog verbal ini biasanya terdiri atas 30-40 soal
yang berisi sinonim/antonim/analog suatu kata. Yang
dinilaian dalam tes ini yaitu kemampuan logika Anda
terhadap sebuah kondisi, untuk melihat sejauh mana
Anda memahami sebab dan akibat suatu permasalahan
dalam pekerjaan.
Contoh soal analog verbal
hitam ><...... a. biru b.kecil c.malam d.putih e.gelap
Pola menjawab soal tes analog verbar seperti berikut ini:
hitam = putih jadi, antonim dari hitam adalah putih dan
jawabannya d.
Tips dan cara menjawab soal tes analog verbal
Apabila Anda bermasalah dengan konsentrasi dan
logika, Anda dapat mem-bypass-nya dengan menghafal
soal dan jawaban. Karena beberapa kali saya
menghadapi tes ini, dan soal yang diberikan relatif
sama. Lompati soal yang belum bisa Anda jawab ke soal
berikutnya, dan jangan terpaku terhadap satu soal yang
belum Anda ketahui karena waktu terus berjalan.
5. Tes Logika Aritmatika
Tes logika aritmatika terdiri dari deret angka, yang
menjadi penilaian dari tes ini adalah kemampuan analisa
Anda dalam memahami pola-pola atau kecenderungan
tertentu yang berbentuk deret angka dan kemudian
memprediksikan hal-hal lain berdasarkan pola yang ada.
Contoh Soal Logika Aritmatika
24 20 16 12 … …
Pola jawabannya: Setiap angka dikurang 4 maka
lanjutan dari deret soal diatas adalah : 8 dan 4.
45 15 18 6 9 3 … …
Pola jawabannya:
n:3 n+3 n:3 n+3 ... ....
Tips dan cara mengerjakan soal tes logika aritmatika
Dalam mengerjakan soal ini jangan terpaku pada deret
hitung atau deret ukur perhitungan matematika saja
yaitu jangan terpaku pada 6-7 angka terdepan dalam
deret namun adakalanya Anda melihat deret secara
keseluruhan atau deret angka berikutnya, karena pola
bisa berupa urutan, pengelompokan berurutan maupun
pengelompokan loncat angka. Sekali lagi saya katakan
jangan terpaku hanya pada satu soal yang penasaran
ingin Anda pecahkan, lompati ke soal berikutnya yang
lebih mudah Anda kerjakan, karena terkadang soal di
bawahnya lebih mudah dipecahkan dibandingkan soal
sebelumnya. Hal ini dilakukan untuk ke efektifan dan
keefesienan terhadap waktu yang diberikan dalam
menyelesaikan soal logiaka aritmatika tersebut.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar